Persib Bandung Berbagi Poin dengan Barito Putera di Pekan 28 Liga 1

Persib Bandung harus rela berbagi poin dengan Barito Putera di pekan ke-28 Liga 1 2019. Bermain di kandang Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, pada Minggu, 24 November 2019, kedua tim mengakhiri pertandingan dengan skor kaca mata.

Hasil imbang ini membuat Persib tertahan di posisi ketujuh dengan raihan total 41 poin dari 28 pertandingan. Sementara itu Barito Putera tak beranjak dari posisi ke-14. Tim tersebut baru mengemas 31 poin dari 28 laga yang telah dijalani.

Kedua tim menurunkan formasi terbaik di laga ini. Sejak menit pertama keduanya berusaha untuk mencuri kesempatan untuk mencetka gol. Namun tidak ada peluang berarti yang tercipta.

Situasi tak juga berubah di babak kedua. Persib berusaha meningkatkan intensitas serangan. Begitu juga tim tamu. Persib sempat mendapat beberapa kesempatan emas untuk memecah kebuntuan. Namun hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai skor tak juga berubah. Skor kaca mata bertahan hingga bubaran.

Pelatih Barito Putera, Djajang Nurjaman, mengaku hasil tersebut sudah lebih dari cukup. Mantan pelatih Persib itu menyebut hasil tersebut cukup memuaskan karena mereka menargetkan satu poin di laga ini.

“Target minimal kami tercapai dapat satu poin. Saya punya pemain luar biasa, mereka sudah bekerja keras, soal hasil sudah ada yang mengatur (Allah),” ungkap pelatih yang karib disapa Djanur.

Lebih lanjut sosok yang pernah mendalami ilmu kepelatihan di Italia itu mengatakan hasil ini tidak lepas dari strategi yang diterapkan. Strategi itu tak lepas dari pengalamannya yang pernah menangani Persib Bandung.
“Jalan pertandingan sendiri oke lah, ball possession Persib menang, tapi pertandingan kami hidup mengimbangi Persib. Beberapa kali sempat menurun dan dapat dimentahkan oleh I Made. Saya bersyukur dapat satu point walaupun enggak tercapai tiga poin. Saya bersyukur,” sambungnya.

Lebih lanjut Djanur mengatakan pihaknya kini menaruh fokus pada pertandingan selenjutnya. Mereka akan memainkan lima laga tersisa di musim ini. Empat pertandingan akan berlangsung di kandang sendiri dan satu laga di luar markas mereka.

“Menyisakan empat partai kandang. Harus dimanfaatkan, dua kali menang atau tiga kali menang saya bisa berhasil (memperbaiki kelasmen),” sambungnya.

Kondisi Barito saat ini dinilai lebih baik dibanding saat dirinya baru saj adipercaya menjadi pelatih. Saat ditunjuk menjadi pelatih Barito terpuruk di papan bawah, tepatnya di urutan ke-17.

Susunan pemain Persib Bandung versus Barito Putera:

Persib Bandung (4-4-2): 78-I Made Wirawan; 22-Supardi Nasir, 3-Ardi Idrus, 12-Henhen Herdiana, 2-Nick Kuipers; 9-Esteban Vizcarra (23-Kim Kurniawan 62′), 8-Abdul Aziz (11-Dedi Kusnandar 56′), 13-Febri Hariyadi, 91-Omid Nazari; 21-Frets Butuan, 20-Kevin van Kippersluis (93-Erwin Ramdani 84′).

Pelatih: Robert Rene Alberts

Barito Putera (4-3-3): 20-Adhitya Harlan, ; 5-Rony Beroperay, 28-Andri Ibo (18-Gavin Kwan 79′), 89-Cassio de Jesus, 47-Donny Harold Monim; 26-Rizky Pora, 13-Bayu Pradana, 7-Kozuke Yamazaki; 30-Fransisco Torres (8-Sackie Teah Dou 90′), 10-Rafael da Silva, 11-Yakob Sayuri (9-Samsul Arif 76′).

Pelatih: Djajang Nurjaman

Higuain Jadi Bintang Saat Juventus Bungkam Atalanta di Pekan ke-13 Serie A

Gonzalo Higuain mencuri perhatian dalam laga Juventus kontra Atalanta di pekan ke-13 Serie A Italia. Pemain asal Argentina itu menjadi pahlawan kemenangan Nyonya Tua di Stadion Atletti Azzuri d’Italia, Bergamo pada Sabtu, 21 November 2019 malam WIB. Mantan pemain Chelsea dan Real Madrid itu menceta dua dari tiga gol kemenangan Juventus.

Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Nyonya Tua, 3-1. Sepasang gol Higuain terjadi di menit ke-74 dan 82. Sementara satu gol lainnya dicetak oleh Paulo Dybala di menit ke-90+2. Gol ini pun terjadi berkat assist Hiduain. Gol semata wayang tuan rumah diccetak oleh Robin Gosens di menit ke-56.

Kemenangan ini membuat Juventus masih berkuasa di puncak klasemen Serie A. Bianconeri mengemas total 35 poin dari 13 pertandingan, unggul empat angka dari Inter Milan yang saat tersebut belum memainkan pekan ke-13. Bila Inter Milan mampu mengalahkan Torino maka jarak di antara kedua tim akan menjadi satu.

Juventus berusaha mencuri kesempatan untuk mencetak gol di babak pertama. Namun rapatnya pertahanan tuan rumah cukup menyulitkan tim tamu. Ditambah lagi Juventus tampil tanpa diperkuat salah satu bomber andalan yakni Cristiano Ronaldo. Kedua tim pun mengakhiri babak pertama dengan skor kaca mata.

Di babak kedua, tuan rumah berhasil memanfaatkan kesempatan untuk membuka keunggulan. Permainan pendek antarpara pemain Atalanta dilanjutkan dengan umpan terukur ke kotak penalti yang disambut dengan baik oleh Robin Gosens.

Keunggulan tuan rumah memacu tim tamu untuk meningkatkan intensitas serangan. Higuain berhasil menyamakan kedudukan, dan kembali mencetak gol di menit ke-82 untuk membawa timnya berbalik unggul. Jelang bubaran Dybala mengunci kemenangan tim tamu.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, mengaku timnya beruntung bisa meraih tiga poindi laga ini. Pasalnya tuan rumah tampil baik di laga tersebut.

“Ini laga yang menghibur dengan tempo dan intensitas, hal yang tak sering Anda lihat di Serie A. Kami jadi sedikit kesal setelah mereka mendapat penalti dan membiarkan Atalanta mengambil kendali penuh permainan. Sudah sewajarnya lini depan mereka mereka agresif,” ungkap mantan pelatih Chelsea itu.

“Kami beruntung mencetak gol penyeimbang di saat tertekan, dan dari sana kami menunjukkan keyakinan bisa memenangi laga ini,” lanjutnya.

Susunan pemain Atalanta versus Juventus:

Atalanta: 95-Pierluigi Gollini; 2-Rafael Toloi, 6-Jose Luis Palomino, 19-Berat Djimsiti; 33-Hans Hateboer, 15-Marten De Roon, 11-Remo Freuler (79-Amad Traore 86′), 8-Robin Gosens (21-Timothy Castagne 71′); 10-Papu Gomez, 88-Mario Pasalic; 99-Musa Barrow (9-L Muriel 57′).

Pelatih: Gian Piero Gasperini.

Juventus: 1-Wojciech Szczesny; 16-Juan Cuadrado, 19-Leonardo Bonucci, 4-Matthijs de Ligt, 2-Mattia De Sciglio; 30-Rodrigo Bentancur (11-Douglas Costa 58′), 5-Miralem Pjanic, 6-Sami Khedira (23-Emre Can 69′); 33-Federico Bernardeschi (8-Aaron Ramsey 26′); 10-Paulo Dybala, 21- Gonzalo Higuain.

Pelatih: Maurizio Sarri.

Pelatih Man United Tak Ambil Pusing dengan Pemecatan Pochettino oleh Spurs

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer tak ambil pusing dengan pemecatan Mauricio Pochettino dari kursi pelatih utama Tottenham Hotspur beberapa waktu lalu. Solskjaer menilai dirinya kini hanya fokus untuk mengurus Setan Merah.

Ia memilih fokus mempersiapkan timnya menghadapi Sheffield United di pekan ke-13 Liga Primer Inggris pada Minggu, 24 November 2019.

“Tidak, itu tidak mengganggu saya sama sekali karena saya mendapatkan pekerjaan terbaik di dunia. Saya yakin bahwa jika Anda keluar masuk pekerjaan ini dan Anda seorang manajer, Anda pasti menginginkan pekerjaan ini. Jadi tidak masalah apa pun yang terjadi di sekitarnya,” beber Solskjaer.

Lebih lanjut mantan pemain Setan Merah itu mengatakan dirinya hanya fokus untuk membuat timnya makin baik. Ia bahkan selalu berkomunikasi rutin dengan manajemen klub terkait masa depan tim.

“Saya harus fokus pada pekerjaan saya di Man United, melakukannya sebaik mungkin. Saya berbicara dengan Ed [Woodward, wakil ketua eksekutif] dan para pemilik sepanjang waktu tentang bagaimana kami akan membawa klub terus melangkah ke depan. Itu tidak akan berubah jika beberapa klub lain mengganti manajernya,” lanjutnya.

Sekalipun berstatus tim promosi, Sheffiled tidak bisa dianggap remah. Tim tersebut mampu memetik kemenangan dalam lima laga terakhir. Berdasarkan peringkat, Sheffield lebih baik dari Manchester Merah.

Seheffield kini berada di urutan kedelapan dengan 17 poin dari 12 pertandingan. Sheffield berada dua strip di depan Setan Merah yang tertinggal satu poin.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

10-01-2016 MU 1-0 Sheffield (FA Cup)

18-04-2007 MU 2-0 Sheffield (EPL)

18-11-2006 Sheffield 1-2 MU (EPL)

09-01-1995 Sheffield 0-2 MU (FA Cup)

07-12-1993 Sheffield 0-3 MU (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Sheffield United:

05-10-2019 Watford 0-0 Sheffield (EPL)

22-10-2019 Sheffield 1-0 Arsenal (EPL)

26-10-2019 West Ham 1-1 Sheffield (EPL)

02-11-2019 Sheffield 3-0 Burnley (EPL)

09-11-2019 Tottenham 1-1 Sheffield (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Manchester United:

27-10-2019 Norwich 1-3 MU (EPL)

31-10-2019 Chelsea 1-2 MU (Carabao Cup)

02-11-2019 Bournemouth 1-0 MU (EPL)

08-11-2019 MU 3-0 Partizan (UEL)

10-11-2019 MU 3-1 Brighton (EPL).

Perkiraan Starting Line-up Sheffield United versus Manchester United:

Sheffield United (3-5-2): Moore; O’Connell, Egan, Basham; Stevens, Fleck, Norwood, Lundstram, Baldock; McGoldrick, Mousset.

Pelatih: Chris Wilder.

Manchester United (4-2-3-1): David De Gea; Ashley Young, Maguire, Lindelof, Aaron Wan-Bissaka, Fred, McTominay; Marcus Rashford, Pereira, James; Anthony Martial.

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer.

Jadwal Pertandingan Sabtu, 23 November: Menanti Taji Mourinho Bersama Spurs

Jose Mourinho akan langsung menghadapi ujian pertama sebagai pelatih utama Tottenham Hotspur pada Sabtu, 23 November 2019 akhir pekan ini. Mantan pelatih Real Madrid itu akan memimpin timnya untuk bertandang ke kandang West Ham United di pekan ke-13 Liga Primer Inggris.

Kehadiran Mourinho diharapkan mampu mengembalikan Spurs ke jaur positif. Saat ini Spurs berada di papan bawah, tepatnya di posisi ke-14 dengan raihan total 14 poin dari 12 pertandingan. Spurs hanya berjarak enam poin dari Watford di zona degradasi.

Sementara itu West Ham berada di posisi 16 dengan tabungan total 13 poin dari 12 laga yang telah dilakoni. Tak heran laga ini sangat penting bagi kedua tim untuk menjauh dari zona merah.

Pertandingan lainnya akan mempertemukan pemuncak klasmen sementara, Liverpool menghadapi Crystal Palace. Sementara itu Arsenal akan beradu dengan Southampton.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Sabtu, 23 November 2019:

ENGLAND PREMIER LEAGUE

19:30 WIB – West Ham United vs Tottenham Hotspur – Mola TV (Live)
22:00 WIB – Arsenal vs Southampton – TVRI, Mola TV (Live)
22:00 WIB – Crystal Palace vs Liverpool – Mola TV (Live)
22:00 WIB – Bournemouth vs Wolverhampton Wanderers – Mola TV (Live)
22:00 WIB – Brighton & Hove Albion vs Leicester City – Mola TV (Live)
22:00 WIB – Everton vs Norwich City – Mola TV (Live)
22:00 WIB – Watford vs Burnley – Mola TV (Live)

LA LIGA

03:00 WIB – Levante vs Real Mallorca – beIN Sports 1 (Live)
19:00 WIB – Leganes vs Barcelona – beIN Sports 1 (Live)
22:00 WIB – Real Betis vs Valencia – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

21:00 WIB – Atalanta vs Juventus – beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

02:30 WIB – Borussia Dortmund vs Paderborn – Fox Sports (Live)
21:30 WIB – Fortuna Dusseldorf vs Bayern Munchen – Fox Sports (Live)
21:30 WIB – Eintracht Frankfurt vs Wolfsburg – Fox Sports 2 (Live)
21:30 WIB – Bayer Leverkusen vs Freiburg – Fox Sports 3 (Live)

LIGUE 1

02:45 WIB – PSG vs Lille – beIN Sports 2 (Live)

SUPER LIG

00:30 WIB – Galatasaray vs Istanbul Basaksehir – beIN Sports 2 (Live)

A-LEAGUE

13:00 WIB – Wellington Phoenix vs Brisbane Roar – beIN Sports 2 (Live)
15:30 WIB – Adelaide United vs Melbourne Victory – beIN Sports 2 (Live)
17:45 WIB – Perth Glory vs Sydney FC – beIN Sports 2 (Live)

SHOPEE LIGA 1

15:30 WIB – Arema FC vs Persija Jakarta – Indosiar (Live)
18:30 WIB – PSM Makassar vs Bali United – Indosiar (Live)

 

 

 

PSSI Kecam Aksi Pemukulan Suporter Malaysia Terhadap Pendukung Timnas Indonesia

Saat ini video aksi pemukulan suporter Malaysia terhadap pendukung timnas Indonesia sedang viral. Video yang sudah tersebar luas di dunia maya ini mengundang beragam reaksi. Tidak sedikit yang mengecam tindakan tak terpuji tersebut.

Salah satu kecaman datang dari pihak PSSI. Melalui Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, pihaknya mengutuk keras aksi tersebut. Ia pun mengatakan akan mengambil tindakan selanjutnya.

“Kita mengutuk hal-hal demikian dan kita akan menindaklanjutinya,” ungkap Ratu Tisha di Kantor Kemenpora, Kamis (21/11/2019).

Ratu Tisha enggan berkomentar lebih lanjut. Ia mengatakan sikap selanjutnya akan menjadi kewenangan Ketua Umum PSSI.

“Itu bukan wewenang saya untuk memberikan pernyataan, biar ketua umum saja yang beri pernyataan,” sambungnya.

Tidak hanya dari pihak Indonesia, pihak Malaysia pun telah bersuara menanggapi hal tersebut. Menteri Olahraga Malaysia, Syed Saddiq mengatakan dirinya sudah meminta kepada pihak kepolisian Malaysia untuk menangani hal tersebut.

“Saya sudah meminta pihak kepolisian untuk mengatasi. Kalau ada pihak yang dipukul, tolong suruh dia buat laporan ke pihak polis,” ungkap Syed Saddiq di jejaring sosial twitter.

“Kami pastikan ada pengusutan dan investigasi yang transparan. Keadilan adalah untuk semua, tak hanya Malaysia atau Indonesia,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui aksi tak pantas itu terjadi setelah pertandingan antara Indonesia menghadapi tuan rumah Malaysia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur pada Selasa, 19 November 2019 malam WIB. Di laga tersebut skuad Garuda takluk dua gol tanpa balas.

Sepasang gol Malaysia diborong oleh sang bintang, Muhammad Safawi Rasid di menit ke-30 dan 73. Kekalahan ini memperpanjang catatan tak pernah menang Indonesia dalam lima laga kualifikasi yang telah dijalani.

Di pertandingan sebelumnya, Indonesia menyerah 2-3 dari Malaysia di kandang sendiri, lalu takluk dari Thailand tiga gol tanpa balas, dipecundangi Uni Emirat Arab dengan skor telak 0-5, dan menyerah dari Vietnam dengan skor 1-3.

Tak heran Indonesia pun menempati posisi juru kunci Grup G dengan tanpa meraih satu poin pun. Sementara itu bagi Malaysia kemenangan ini sangat berarti karena mendongrak posisi mereka ke urutan kedua, menggeser Thailand dengan raihan total sembilan poin.

Pelatih Indonesia, Yeyen Tumena mengakui kebobolan dua gol akibat kesalahan para pemainnya. Termasuk kegagalan Osas Saha mengeksekusi penalti di menit ke-82.

“Semua pemain bisa gagal dalam melakukan penalti. Maradona dan Lionel Messi pun pernah gagal. Akan tetapi, kalau dibilang momen itu adalah momen kebangkitan, saya setuju. Namun, apa pun itu, pertandingan hanya 90 menit dan hasil sudah ada dan kami tidak bisa mengubahnya,” beber Yeyen.

Pecat Pochettino, Spurs Tunjuk Jose Mourinho sebagai Pelatih

Tottenham Hotspur baru saja membuat kejutan. Tim berjuluk The Lilywhite itu memecah Mauricio Pochettino dari kursi pelatih. Pemecatan itu terjadi pada Selasa, 19 November 2019. Menariknya, tak lama berselang, Spurs langsung menunjuk pengganti pelatih asal Argentina itu.

Jose Mourinho diangkat sebagai pelatih kepala yang baru. Pria yang pernah menukangi Chelsea itu dikontrak hingga akhir musim 2022/2023. Pengangkatan itu disampaikan langsung oleh Presiden Spurs, Daniel Levy.

Levy memiliki alasan tersendiri menunjuk Mou sebagai pelatih. Ia menilai sosok yang pernah menangani Real Madrid itu memiliki banyak pengalaman.

“Dalam diri Jose kami memiliki salah satu manajer paling sukses dalam sepak bola. Dia memiliki banyak pengalaman, dapat menginspirasi tim dan merupakan ahli taktik yang hebat,” beber Levy di situs resmi klub.

“Dia telah memenangkan banyak penghargaan di setiap klub yang dia latih. Kami percaya ia akan membawa energi dan kepercayaan ke ruang ganti,” sambung Levy.

Sementara itu Jose Mourinho mengakui senang dengan pekerjaan baru ini. Sejak dipecat Manchester United, pria asal Portugal itu menganggur. Tak heran ia bersemangat untuk segera menangani klub baru tersebut.

“Saya senang bergabung dengan klub dengan warisan yang luar biasa, dan pendukung yang penuh semangat. Kualitas di skuad dan akademi membuat saya senang. Bekerja dengan para pemain inilah yang membuat saya tertarik,” beber Mourinho.

Namun begitu pekerjaan besar menanti Mourinho. Saat ini performa tim sedang tak menentu. Alih-alih berada di papan atas, Spurs justru melorot ke papan bawah, tepatnya di urutan ke-12. Tugas berat menanti Mourinho yang dipasang target untuk mengembalikan kejayaan Spurs, termasuk meraih trofi bergengsi.

Sementara itu Daniel Levy mengatakan pemecatan Pochettino tidak lepas dari hasil buruk yang diraih sejak awal musim ini. Meski diakui tidak mudah mengambil keputusan tersebut, pihaknya harus mengambil keputusan itu untuk kepentingan klub.

“Hasil liga domestik yang buruk di akhir musim lalu dan awal musim ini sangat mengecewakan. Adalah tanggung jawab Dewan untuk mengambil keputusan yang sulit – keputusan ini dibuat lebih banyak mengingat banyak momen tak terlupakan yang kami miliki bersama Mauricio dan staf pelatihnya – tetapi kami melakukannya demi kepentingan terbaik Klub.” tandas Levy.

Untuk mendukung tugas berat tersebut, Mourinho pun langsung menunjuk dua pelatih asal Lille untuk menjadi asistennya. Keduanya adalah Joao Sacramento dan Nuno Santos.

Sacramento akan menjadi asisten Mourinho, sementara Santos akan jadi pelatih kiper. Tak hanya kedua orang itu, Mou berencana untuk merekrut Direktur Olahraga Lille Luis Campos.

Daftar 20 Tim Lolos Putaran Final Euro 2020

Pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 yang berlangsung pada Selasa, 19 November 2019 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB memungkasi seluruh rangkaian pertandingan babak kualifikasi. Pertandingan ini sekaligus menentukan satu tiket terakhir melalui jalur kualifikasi.

Wales akhirnya menjadi tim terakhir yang berhasil lolos ke putaran final usai meraih kemenangan atas Hungaria dua gol tanpa balas. Aaron Ramsey menjadi pahlawan kemenangan Wales berkat sumbangsih dua golnya di menit ke-15 dan 47.

Pertandingan ini merupakan pamungkas di Grup E sekaligus memastikan satu tiket ke putaran final. Dengan kemenangan ini Wales berhak menemani Kroasia dari Grup E. Wales mengemas total 14 poin dari delapan pertandingan, unggul dua angka dari Hungaria di urutan ketiga. Sementara itu Kroasia mantap di puncak klasemen dengan raihan total 17 poin.

“Pengalaman lolos ke Piala Eropa adalah hal yang sangat besar. Itu adalah sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya dan jika bisa melakukannya lagi tentu akan sedikit lebih mengesankan,” tandas Gareth Bale usai membantu Wales ke putaran final Euro 2020.

Wales menjadi tim terakhir yang lolos melalui jalur kualifikasi. Sementara itu empat tiket lainnya akan diperebutkan delapan tim yang akan melakoni pertandingan play-off. Play-off ini didasarkan pada peringkat pada UEFA Nations League.

Empat negara yang belum mendapatkan posisi grup antara lain Israel, Hungaria, Rumania, dan Bulgaria.  Posisi mereka akan ditentukan dalam drawing yang digelar pada Jumat, 22 November 2019 nanti.

Sementara itu sejumlah negara lain yang akan menjalani play-off adalah Islandia, Bosnia & Herzegovina, Slovakia, Republik Irlandia, Irlandia Utara, Skotlandia, Norwegia, Serbia, Georgia, Makedonia Utara, dan Kosovo.

Pertandingan play-off akan digelar pada 26 dan 31 Maret 2020 nanti untuk memperebutkan empat tiket tersisa sehingga bisa melengkapi 24 kontestan yang akan tampil di putaran final tahun depan.

Berikut daftar 20 Negara Lolos Langsung ke Putaran Final:

Grup A: Inggris

Republik Ceko

Grup B:

Ukraina

Portugal

Grup C:

Jerman

Belanda

Grup D:

Swiss

Denmark

Grup E:

Kroasia

Wales

Grup F:

Spanyol

Swedia

Grup G:

Polandia

Austria

Grup H:

Perancis

Turki

Grup I:

Belgia

Rusia

Grup J:

Italia

Finlandia

16 Negara Jalani Playoff:
– Islandia, Bosnia & Herzegovina, Slovakia, Republik Irlandia, Irlandia Utara, Skotlandia, Norwegia, Serbia, Georgia, Makedonia Utara, Kosovo, Belarusia, Bulgaria, Israel, Hungaria, dan Rumania

Undian Playoff
– Jumat, 22 November 2019

Jadwal Playoff
– 26 & 31 Maret 2020

Timnas Malaysia Tetap Waspadai Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Tim nasional Indonesia akan menghadapi tim nasional Malaysia di pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Laga ini akan digelar di kandang Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur pada Selasa, 19 November 2019 malam WIB. Pertandingan ini dijadwalkan dimulai pukul 19.45 WIB dan disiarkan langsung oleh stasiun televise nasional, TVRI kepada seluruh penggemarnya di tanah air.

Sebagai tuan rumah, Malaysia tentu lebih diunggulkan. Tim Harimau Malaya berhasil mengalahkan tim kuat Thailand di laga sebelumnya. Saat ini Malaysia berada di urutan keempat klasemen sementara Grup G dengan tabungan enam poin. Jumlah poin mereka sama dengan Uni Emirat Arab di urutan ketiga.

Situasi ini berbanding terbalik dengan Indonesia. Skuad Garuda belum juga memetik kemenangan. Sebaliknya dari empat pertandingan sebelumnya, Indonesia selalu kalah, masin-masing saat menghadapi Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, tidak menganggap remeh Indonesia. Pelatih asal Malaysia itu mengatakan Indonesia berpeluang mengejutkan, apalagi selepas mengganti pelatih dan kehadiran sejumlah pemain baru.

“Kita tahu mereka melalukan beberapa pergantian termasuk pelatih dan pemain baru dalam skuad.  Itu pasti membawa perubahan baru kepada tim itu yang sudah pasti ingin mendapat kemenangan,” beber Tan Cheng Hoe.

Untuk itu Tan akan menginstruksikan kepada timnya untuk mewaspadai Indonesia. Ia berharap para pemainnya tampil lebih fokus.

“Jadi kami tak boleh lagi memikirikan atau terlalu yakin dengan kemenangan lalu, karena sekarang sudah berbeda. Tapi seperti yang selalu saya tekankan kepada pemain, kami harus fokus memberi tekanan dengan kemampuan sendiri dan jangan memikirkan hal lain karena akan mengganggu,” katanya menambahkan,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan pemain belakang Malaysia, Syahmi Safari. Ia mengakui Indonesia memiliki beberapa pemain dengan kecepatan di atas rata-rata seperti Rizky Pora, Febri Hariyadi, Dendi Santoso, Irfan Bachdim dan Greg Nwokolo.

“Kami harus waspada ketika pemain Indonesia menguasai bola. Mereka sangat bergantung kepada kecepatan di beberapa pertandingan yang mereka jalani. Kami harus fokus terhadap aspek ini,” tandas Syahmi.

Perkiraan starting line-up timnas Malaysia versus timnas Indonesia:

Timnas Malaysia: Khairul Azhan Khalid; Mettew Davies, Muhammad Syahmi, Shahrul Saad, La’Ver Corbin-Ong; Syammer Kutty Abba, Nor Azam Abdul Azih, Brendan Gan, Safawi Rasid, Mohamadou Sumareh; Muhammad Syafiq Ahmad

Pelatih: Cheng Hoe Tan

Timnas Indonesia: Muhammad Ridho; I Putu Gede, Yanto Basna, Otavio Dutra, Rizky Pora; Bayu Pradana, Hendro Siswanto, Septian David Maulana, Dendi Santoso, Greg Nwokolo; Lerby Eliandry Pelatih: Yeyen Tumena

Jerman Jadi Negara Paling Banyak Tampil di Putaran Final Piala Eropa

Perhelatan Piala Eropa menjadi magnet tersendiri di benua biru. Ya turnamen tersebut merupakan yang paling bergengsi antarnegara di Eropa. Tak heran setiap negara berjuang untuk bisa ambil bagian dalam event akbar tersebut.

Sejak pertama kali digelar, Jerman menjadi negara yang paling banyak tampil di kejuaraan tersebut. Tim berjuluk Der Panzer itu sudah 12 kali tampil di putaran final sejak 1972, 1976, 1980, 1984, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, dan 2016. Daftar tersebut akan semakin panjang mengingat Jerman akan menjadi salah satu kontestan di Piala Eropa 2020 nanti.

Negara lain yang paling banyak tampil adalah Rusia yang sudah tampil dalam 11 edisi sejak 1960, 1964, 1968, 1972, 1988, 1992, 1996, 2004, 2008, 2012, hingga 2016. Spanyol sebagai salah satu negara kuat di Eropa sudah tampil dalam 10 edisi di antaranya 1964, 1980, 1984, 1988, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, dan 2016.

Sementara itu Inggris, Prancis, dan Italia, serta Belanda sudah tampil sembilan kali di putaran final. Inggris tampil sejak edisi 1968, 1980, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2012, dan 2016. Tidak hanya itu Inggris akan tampil lagi di edisi 2020.

Tim nasional Inggris mantap melangkah ke putaran final Piala Eropa 2020 setelah memetik kemenangan telak di pertandingan kualifikasi Grup A menghadapi Kosovo. Pada pertandingan yang digelar di kandang Kosovo di Stadion Fadil Vokrri, Minggu, 17 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB, The Three Lions berpesta empat gol tanpa balas.

Empat gol Inggris disumbangkan oleh Harry Winks di menit ke-32, Harry Kane di menit ke-79, Marcus Rashford di menit ke-83, dan Mason Mount di menit ke-90.

Kemenangan ini semakin memuluskan langkah skuad Tiga Singa ke putaran final dengan status juara grup A. Inggris mendulang total 21 poin dari delapan pertandingan, unggul enam poin dari Republik Ceko di urutan kedua.

Berikut daftar negara yang pernah berpartisipasi di Piala Eropa:

Austria: 2 (2008, 2016)

Belgia: 5 (1972, 1980, 1984, 2000, 2016)

Kroasia: 5 (1996, 2004, 2008, 2012, 2016)

Republik Ceko: 9 (1960, 1976, 1980, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)

Inggris: 9 (1968, 1980, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2012, 2016)

Finlandia: –

Prancis: 9 (1960, 1984, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)

Jerman: 12 (1972, 1976, 1980, 1984, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)

Italia: 9 (1968, 1980, 1988, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)

Belanda: 9 (1976, 1980, 1988, 1992, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012)

Polandia: 3 (2008, 2012, 2016)

Rusia: 11 (1960, 1964, 1968, 1972, 1988, 1992, 1996, 2004, 2008, 2012, 2016)

Spanyol: 10 (1964, 1980, 1984, 1988, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)

Swedia: 6 (1992, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)

Turki: 4 (1996, 2000, 2008, 2016)

Ukraina: 2 (2012, 2016)

Portugal: 7 (1984, 1996, 2000, 2004, 2008, 2012, 2016)

Sudah Dipastikan Lolos, Laga Kontra Kosovo Hanya Formalitas untuk Timnas Inggris

Pertandingan kontra Kosovo di matchday terakhir Kualifikasi Piala Eropa 2020 tak lagi berpengaruh pada nasib tim nasional Inggris. The Three Lions itu sudah dipastikan lolos ke putaran final dengan status juara Grup A.

Pertandingan menghadapi Kosovo pada Minggu, 17 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB tak ubahnya laga formalitas bagi skuad Tiga Singa. Sementara itu Kosovo pun menjadikan laga ini sebagai laga penghiburan mengingat pintu mereka ke putaran final sudah tertutup.

Inggris lolos ke putaran final dengan status juara grup. Saat ini tim besutan pelatih Gareht Southgate sudah mengemas total 21 poin dari delapan pertandingan, unggul dari Republik Ceko di urutan kedua yang telah mengemas 15 poin. Sementara Kosovo berada di tempat ketiga dengan 11 poin dari delapan laga. Sekalipun mampu mengalahkan Inggris di laga ini, perolehan poin mereka tak mampu menyamai apalagi melampaui Republik Ceko.

Inggris menyegel satu tiket ke putaran final usai memetik kemenangan ata Republik Ceko di Stadion Wembley beberapa waktu lalu. Kemenangan 2-1 itu mengantar Inggris lolos otomatis ke putaran final.

Jelang pertandingan ini, pelatih Inggris memulangkah beberapa pemain. Dua di antaranya adalah duo Liverpool, Joe Gomez dan Jordan Henderson karena kurang fit.

“Henderson bergabung dengan kondisi yang kurang sehat. Ia belum sembuh betul dari penyakitnya,” ungkap timnas Inggris.

Sementara itu Gomez mengalami cedera dalam sesi latihan sebelumnya yang membuatnya harus dipulangkan ke klub.

“Lalu, Gomez mengalmai cedera pada hari Jumat dan tidak mungkin bepergian. Hal itu membuat timnas memulangkan mereka ke klubnya. Timnas Inggris akan membawa 23 pemain ke Pristina untuk laga berikutnya,” sambung pernyataan resmi tersebut.

Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

11-09-2019 Inggris 5-3 Kosovo (Kualifikasi EURO).

5 Pertandingan Terakhir Kosovo:

07-09-2019 Kosovo 2-1 Ceko (Kualifikasi EURO)

11-09-2019 Inggris 5-3 Kosovo (Kualifikasi EURO)

10-10-2019 Kosovo 1-0 Gibraltar (Friendly)

15-10-2019 Kosovo 2-0 Montenegro (Kualifikasi EURO)

15-11-2019 Ceko 2-1 Kosovo (Kualifikasi EURO).

5 Pertandingan Terakhir Inggris:

07-09-2019 Inggris 5-0 Bulgaria (Kualifikasi EURO)

11-09-2019 Inggris 5-3 Kosovo (Kualifikasi EURO)

12-10-2019 Ceko 2-1 Inggris (Kualifikasi EURO)

15-10-2019 Bulgaria 0-6 Inggris (Kualifikasi EURO)

15-11-2019 Inggris 7-0 Montenegro (Kualifikasi EURO).

Perkiraan Starting Line-up Kosovo versus Inggris:

Kosovo (4-2-3-1): Muric; Kololli, Aliti, Rrahmani, Vojvoda; V Berisha, Halimi; Rashica, Celina, Hadergjonaj; Nuhiu.

Pelatih: Bernard Challande.

Inggris (4-3-3): Pope; Rose, Gomez, Mings, Trippier; Maddison, Henderson, Rice; Hudson-Odoi, Abraham, Sterling.

Pelatih: Gareth Southgate.