AS Roma Raih Hasil Minor di Kandang Parma

AS Roma harus menelan pil pahit di pekan ke-12 Serie A Italia. Bertandang ke markas Parma di Stadion Ennio Tardini pada Minggu, 10 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB, Serigala Roma takluk dua gol tanpa balas.

Sepasang gol Parma dipersembahkan oleh Mattia Sprocati di menit ke-68 dan Andrea Cornelius di penghujung laga, tepatnya di menit ke-90+3.

Kekalahan ini memupuskan harapan Roma untuk memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara. Tim berjuluk Il Lupi justru turun peringkat ke posisi keenam dengan tabungan total 22 poin dari 12 pertandingan. Sementara bagi Parma, tambahan tiga poin membuat mereka kini menempati posisi kedelapan dengan koleksi total 17 poin dari 12 laga yang telah dijalani.

Parma tampil menekan sejak menit pertama. Beberapa kali tuan rumah mengancam gawang Roma. Sementara itu tim tamu berusaha memperagakan permainan cepat. Namun hingga babak pertama usai tidak ada gol yang tercipta.

Situasi berubah di babak kedua. Parma justru mampu membuka keunggulan di menit ke-68. Pemain pengganti Mattia Sprocati sukses menjaringkan bola ke gawang Roma melalui sepakan voli terarah.

Gol ini menjatuhkan mental dan semangat para pemain Roma. Sebaliknya, para pemain tuan rumah terlihat semakin bergairah menekan. Hasilnya pun dipetik di penghujung laga saat Cornelius dengan tenang menuntaskan umpan Hernani. Parma sukses menjaga keunggulan dua gol hingga laga usai.

Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca sangat kecewa dengan hasil tersebut. Ia berdalih timnya sudah menampilkan permainan yang baik. Namun hasil yang dipetik tidak sesuai harapan.

“Tim terlihat kelelahan dan itu sangat jelas, ini bukan masalah sikap, tetapi saat ini kami tidak cepat dan responsif. Istirahat akan bermanfaat,” beber Fonseca.

Lebih lanjut Fonseca mengatakan pertahanan mereka sedikit kedodoran di babak kedua. Hal ini berujung pada terciptanya sepasang gol tuan rumah.

“Kami ingin menang dan sedikit membuka ruang, (tetapi) pertahananan kami lemah pada babak kedua, bahkan babak pertama pun kami banyak masalah,” sambung Fonseca.

Di sisi lain, Fonseca menaruh apresiasi kepada Parma. Ia secara khusus menyebut tuan rumah sangat berbahaya terutama dalam serangan balik.

“Parma selalu berbahaya dalam serangan balik dan mereka menciptakan beberapa peluang karena kami mengambil risiko,” tegas pelatih kelahiran Mozambik tersebut.

Susunan Pemain Parma versus AS Roma:

Parma: Luigi Sepe; Matteo Darmian, Simone Iacoponi, Kastriot Dermaku, Riccardo Gagliolo (Bruno alves 84′); Juraj Kucka, Matteo Scozzarella (Antonio Barila 71′), Hermani; Dejan Kulusevski, Andreas Cornelius, Gervinho (Mattia Sprocati 45′).

Pelatih: Roberto D’Aversa

AS Roma: Pau Lopez; Aleksandar Kolarov, Federico Fazio (Amadou Diawara 71′), Chris Smalling, Leonardo Spinazzola (Davide Santon 26′); Gianluca Mancini, Jordan Veretout; Justin Kluivert, Javier Pastore (Cengiz Under 65′), Nicolo Zaniolo; Edin Dzeko

Pelatih: Paulo Fonseca

Jadwal Pertandingan Senin, 11 November: Duel Juventus Vs Milan

Juventus dan AC Milan akan terlibat dalam duel di pekan ke-12 Serie A Italia. Ini merupakan salah satu pertandingan menarik yang sayang untuk dilewatkan oleh penggemar kedua tim. Laga ini akan digelar di markas Juventus di Allianz Stadium pada Minggu, 10 November 2019 waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Saat ini Juventus berstatus runner-up klasemen sementara dengan raihan total 29 poin dari 11 pertandingan. Bianconeri tertinggal dua poin dari Inter Milan yang baru saja menguasai posisi teratas usai memetik kemenangan di laga ke-12

Milan tentu harus bekerja keras untuk memetik kemenangan di kandang Nyonya Tua. Saat ini performa kedua tim seakan bertolak belakang. Milan terpuruk di papan bawah, tepatnya di posisi ke-13 dengan tabungan 13 poin dari 11 pertandingan.

Meski begitu salah satu pemain Milan, Ismael Bennacer optimis timnya mampu membuat kejutan di pertandingan itu. Hal ini berangkat dari pengalaman pertandingan sebelumnya di mana Juventus direpotkan Lecce dengan skor akhir 2-2.

“Kami adalah Milan dan bukan Lecce. Juventus dan Lecce bermain imbang, sehingga kami tentu bisa menang. Kami hanya perlu mengusung semangat yang tepat,” beber Bennacer.

Lebih lanjut pemain asal Aljazair itu mengatakan Milan merupakan tim dengan sejarah yang kuat. Mereka yakin akan tampil maksimal di kandang Juventus.

“Milan adalah klub dengan sejarah yang hebat dan kami harus berjuang keras, terutama untuk para suporter. Saat ini kami berada dalam situasi sulit, tapi tugas kami adalah bekerja keras dan terus optimistis,” lanjutnya.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Senin, 11 November 2019:

LA LIGA

00:30 WIB – Getafe vs Osasuna – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Real Betis vs Sevilla – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Parma vs AS Roma – RCTI, beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Juventus vs AC Milan – RCTI, beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Freiburg vs Eintracht Frankfurt – Fox Sports (Live)

FIFA WORLD CUP U-17

02:30 WIB – Belanda vs Paraguay – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Korea Selatan vs Meksiko – Mola TV (Live)

CAF AFRICA CUP OF NATIONS U-23

22:00 WIB – Mali vs Kamerun – beIN Sports 2 (Live)

SHOPEE LIGA 1

15:30 WIB – Persija Jakarta vs Borneo FC – Indosiar (Live)
18:30 WIB – Persipura Jayapura vs Bali United – O Channel (Live)

Jadwal Pertandingan Senin, 4 November: AC Milan Vs Lazio

Salah satu pertandingan menarik akan tersaji di pentas Serie A Italia saat AC Milan dan Lazio akan saling berhadapan pada Senin, 4 November 2019. Pertandingan ini akan digelar di markas AC Milan di Stadion San Siro.

Bagi Milan pertandingan ini penting untuk terus menjaga asa memperbaiki posisi di tabel klasemen sementara. Selain itu ini menjadi ujian lanjutan bagi armada Stefano Pioli yang pekan sebelumnya sukses meraih kemenangan. Apakah Rossoneri akan mampu mempertahankan tren positif atau justru sebaliknya?

Jelas tidak mudah bagi Milan untuk memetik kemenangan, sekalipun tampil di kandang sendiri. Lazio bukan lawan mudah. Selain itu tim tersebut berada dalam posisi yang lebih baik dari Milan di tabel klasemen sementara.

Pertandingan lainnya di pentas Serie A adalah Fiorentina kontra Parma. Tim yang disebutkan pertama akan bertindak sebagai tuan rumah.

Dari La Liga Spanyol akan digelar dua pertandingan pada Senin, 4 November. Celta Vigo akan bertindak sebagai tuan rumah saat menjamu Getafe. Di pertandingan lainnya, Granada akan menghadpai Real Sociedad. Granada akan bertindak sebagai tuan rumah di laga ini.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Senin, 4 November 2019:

LA LIGA

00:30 WIB – Celta Vigo vs Getafe – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Granada vs Real Sociedad – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Fiorentina vs Parma – beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – AC Milan vs Lazio – beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:00 WIB – Augsburg vs Schalke 04 – Fox Sports 3 (Live)

FIFA WORLD CUP U-17

03:00 WIB – Argentina vs Tajikistan – Mola TV (Live)
03:00 WIB – Kamerun vs Spanyol – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Italia vs Paraguay – Mola TV (Live)
06:00 WIB – Meksiko vs Kepulauan Solomon – Mola TV (Live)

AFC CUP

20:00 WIB – April 25 FC vs Al Ahed – Fox Sports (Live)

SHOPEE LIGA 1

18:30 WIB – Persela Lamongan vs Barito Putera – O Channel (Live)

Tanpa Ronaldo, Juventus Diimbangi Lecce

Juventus gagal meraih poin sempurna di pekan kesembilan Serie A Italia. Juventus yang berstatus tim tamu diimbangi Lecce pada pertandingan yang digelar di Stadion Via del Mare pada Sabtu, 26 Oktober 2019 tersebut. Kedua tim mengakhiri pertandingan dengan skor identik, 1-1.

Satu-satunya gol Juventus di laga itu dicetak oleh Paulo Dybala dari titik penalti di menit ke-50. Sementara itu gol semata wayang tuan rumah dilesatkan oleh Marco Mancosu di menit ke-56. Gol tersebut juga lahir dari eksekusi penalti.

Sekalipun hanya mendulang satu poin, Juventus masih tetap mempertahankan posisi puncak. Nyonya Tua mengemas total 23 poin, unggul satu poin dari pesaing terdekat yakni Inter Milan. Sementara itu Lecce masih terpuruk di papan bawah. Tim tersebut baru mendapat delapan poin dari sembilan pertandingan dan harus puas berada di posisi ke-16 dan hanya berjarak satu poin dari Brescia di zona degradasi.

Juventus tampil tidak dengan kekuatan terbaik di laga ini. Salah satu pemain andalan di lini depan yakni Cristiano Ronaldo tidak dapat tampil. Sebagaimana dikatakan sang pelatih, Maurizio Sarri, mantan pemain Real Madrid itu sedang mengalami kelelahan. Ia pun memutuskan untuk tidak menurunkan pemain internasioal Portugal tersebut.

“Cristiano Ronaldo mengalami kelelahan secara fisik dan juga mental,” beber Sarri.

Meski tanpa Ronaldo, Juventus sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Bianconeri bahkan mampu mencatatkan penguasaan bola hingga 60 persen. Selain itu mereka juga memiliki peluang lebih banyak yakni mampu melepaskan 16 tembakan, berbanding sembilan milik tuan rumah. Namun demikian Juventus tak mampu mencetak gol di babak pertama.

Juventus baru bisa mencetak gol di babak kedua melalui eksekusi penalti Dybala. Keunggulan Juventus tak bertahan lama. Handsball yang dilakukan Matthijs De Light di kotak terlarang berujung hadiah penalti. Juventus gagal mencetak gol lagi hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai.

Meski timnya gagal meraih poin penuh di laga ini, Sarri enggan menyalahkan De Light. Menurut mantan pelatih Chelsea, pemain muda tersebut tidak sengaja melakukan pelanggaran tersebut.

“Melihat kejadian dari bangku cadangan, saya pikir itu tidak sengaja. Lengannya dekat dengan tubuhnya dan ada pantulan, tetapi dengan aturan baru, sulit bagi bek untuk menghindari bola,” beber Sarri.

Susunan pemain Lecce versus Juventus:

Lecce (4-3-3): 21-Gabriel; 27-Marco Calderoni, 5-Fabio Lucioni, 13-Luca Rossettini, 16-Biaigio Meccariello; 4-Jacopo Perticcione, 37-Zan Majer, 77-Panagiotis Tachtsidis; 8-Marco Mancosu; 17-Diego Farias, 30-Khouma Babacar

Pelatih: Fabio Liverani

Juventus (4-3-3): 1-Wojciech Szczesny; 2-Danilo, 19-Leonardo Bonucci, 4-Matthijs De Ligt, 12-Alex Sandro; Rodrigo Bentancur, 23-Emre Can, 5-Miralem Pjanic, 25-Adrien Rabiot; 33-Federico Bernardeschi, 10- Paulo Dybala, 21-Gonzalo Higuain

Pelatih: Maurizio Sarri

Mancini Berpeluang Tampil Saat Roma Hadapi Milan

Salah satu big match di pekan sembilan Serie A Italia akan berlangsung pada Minggu, 27 Oktober 2019 saat AC Milan dan AS Roma saling berhadapan. Kedua tim sama-sama berambisi untuk meraih poin di pertandingan ini.

Saat ini Roma berada di posisi keenam dengan raihan total 13 poin dari delapan pertandingan. Serigala Roma tertinggal 10 poin dari Juventus di posisi puncak. Sementara itu Milan sedang terpuruk dan saat ini berada di papan bawah, tepatnya di posisi ke-12 dengan raihan total 10 poin dari delapan pertandingan.

Tak heran pertandingan ini akan menjadi penting bagi kedua tim. Milan yang dirudung inkonsistensi sejak awal musim butuh kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri. Sementara itu Roma ingin terus memperbaiki peringkat agar bisa naik ke papan atas. Apalagi laga ini akan digelar di kandang sendiri di Stadion Olimpico.

Pelatih Roma, Paulo Fonseca tentu akan menurunkan formasi terbaik. Ia bahkan berpeluang untuk mengubah posisi sejumlah pemain salah satunya Gianluca Mancini yang akan diplot sebagai gelandang sebagaimana dilakukan saat menghadapi Borussia Monchengladbach di pentas Liga Champions Eropa beberapa waktu lalu.

“Sangat mungkin untuk melihat Mancini kembali sebagai gelandang, karena di momen ini kami tidak banyak memiliki alternatif,” beber Fonseca.

Lebih lanjut Fonseca mengatakan Mancini berpeluang besar kembali menempati posisi baru tersebut karena ia dinilai mampu menunjukkan kinerja baik di laga sebelumnya.

“Dia menampilkan performa bagus dan saya melihat tidak ada alasan untuk mengubahnya. Fokus saya saati ini adalaha mengembalikan kebugaran tim lagi melawan Milan yang bugar,” sambung pelatih asal Portugal tersebut.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

(4/22019) Roma 1-1 Milan (Serie A)

(1/9/2018) Milan 2-1 Roma (Serie A)

(26/2/2018) Roma 0-2 Milan (Serie A)

(1/10/2017) Milan 0-2 Roma (Serie A)

(8/5/2017) Milan 1-4 Roma (Serie A)

5 Pertandingan AS Roma:

(29/92019) Lecce 0-1 Roma (Serie A)

(3/10/2019) Wolfsberger 1-1 Roma (UEL)

(6/10/2019) Roma 1-1 Cagliari (Serie A)

(20/10/2019) Sampdoria 0-0 Roma (Serie A)

(24/10/2019) Roma 1-1 Gladbach (UEL)

5 Pertandingan Terakhir AC Milan:

(22/9/2019) Milan 0-2 Inter (Serie A)

(27/9/2019) Torino 2-1 Milan (Serie A)

(30/9/2019) Milan 1-3 Fiorentina (Serie A)

(6/10/2019) Genoa 1-2 Milan (Serie A)

(21/10/2019) Milan 2-2 Lecce (Serie A)

Perkiraan Susunan Pemain AS Roma Versus AC Milan:

AS Roma (4-2-3-1): Pau Lopez; Leonardo Spinzzola, Gianluca Mancini, Chris Smalling, Alekasandar Kolarov; Javier Pastore, Jordan Veretout; Alessandro Florenzi, Nicolo Zaniolo, Diego Perotti; Edin Dzeko.

Pelatih: Paulo Fonseca.

AC Milan (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Davide Calabria, Mateo Musacchio, Alessio Romagnoli, Theo Hernandez; Franck Kessie, Lucas Biglia, Lucas Paqueta; Suso, Rafael Leao, Hakan Calhanoglu.

Pelatih: Stefano Pioli.

Menang Dramatis Atas Sassuolo, Inter Tempel Juventus di Puncak Serie A

Inter Milan mencatatkan kemenangan dramatis atas Sassuolo di pekan kedelapan Serie A Italia saat menghadapi Sassuolo. Bertindak sebagai tim tamu, Internazionale Milan cukup kesulitan menjinakkan tuan rumah di Stadion Mapei pada Minggu, 20 Oktober 2019.

Pertandingan kedua tim berakhir dengan skor 4-3 untuk kemenangan tim tamu. Empat gol Inter Milan dicetak oleh Lautaro Martinez di menit kedua dan eksekusi penalti di menit ke-71 dan sepasang gol dari Romelu Lukaku di menit ke-38 dan 45. Gol kedua Lukaku dicetak dari titik putih.

Sementara itu trigol tuan rumah dicetak oleh Domenico Berardi di menit ke-16, Filip Duric di menit ke-74, dan Jeremie Boga di menit ke-81.

Kemenangan ini membuat Inter terus menjaga persaingan dengan Juventus di puncak klasemen sementara. Inter kini mengemas total 21 poin dari delapan pertandingan, hanya berjarak satu poin dari Nyonya Tua di urutan teratas.

Kekalahan ini membuat Sassuolo berada dalam posisi terjepit. Tim tersebut baru mengemas total enam poin dari tujuh pertandingan dan berada di posisi ke-17. Sassuolo hanya unggul selisih gol dari SPAL di zona degradasi.

Inter memang tampil ganas di awal pertandingan. Tim tamu berhasil unggul cepat saat laga baru berjalan dua menit. Lautaro Martinez sukses menuntaskan umpan Marcelo Brozovic. Gol ini membangkitkan semangat tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan. Dari beberapa upaya, Sassuolo akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke-16 melalui aksi ciamik Domenico Berardi.

Jelang turun minum Inter berhasil mencetak dua gol tambahan melalui Lukaku. Tuan rumah merespon di babak kedua dengan mencetak dua gol setelah sebelumnya Lautaro Martinez sukses mengikuti jejak Lukaku untuk mencetak brace di laga ini.

Usai pertandingan, pelatih Inter, Antonio Conte memilih tidak menyambangi para wartawan. Sebagai gantinya sang asisten, Cristian Stellini yang melayani wartawan. Dalam keterangannya, Stellini membeberkan alasan Conte tak bisa menghadiri sesi tersebut.

“Conte kelelahan dan sempat mengalami demam sebelum permainan, jadi dia masih bisa berdiri di pinggir lapangan untuk pertandingan tapi kehilangan suaranya,” beber Stellini.

Lebih lanjut Stellini mengatakan timnya tampil kurang konsisten di pertandingan itu. Sang asisten pun membeberkan alasannya.

“Tidak mudah untuk kembali setelah jeda internasional. Kami bermain luar biasa selama 70 menit saat mendominasi, kemudian diikuti oleh pingsan yang harus dianalisis,” sambungnya.

Susunan pemain Sassuolo versus Inter Milan:

Sassuolo (4-3-1-2): 47-Andrea Consigli; 17-Mert Muldur (22-Jeremy Toljan 76′), 2-Marlon, 13-Federico Peluso, 33-Tripaldelli; 8-Alfred Duncan, 4-Francesco Magnanelli, 14-Pedro Obiang (7-Jeremie Boga 52′); 23-H. J. Traore (10-Filip Duric 66′); 25-Domenico Berardi, 9-Francesco Caputo.

Pelatih: Roberto De Zerbi

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 37-Skriniar, 6-Stefan de Vrij, 95-Alessandro Bastoni; 87-Antonio Candreva (19-Valentino Lazaro 73′), 5-Roberto Gagliardini, 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella, 34-Cristiano Biraghi; 10- Lautaro Martinez (16-Matteo Politano 72′), 9- Romelu Lukaku (8-Matias Vecino 90′).

Pelatih: Antonio Conte